RIBUAN PEMUDA PURWOREJO BERSHOLAWAT BARENG BUPATI

K640_bupati sholawat

Ribuan warga Purworejo Sabtu (16/11) malam memadati Jalan Setiabudi depan Pendopo Kabupaten. Mereka berbondong-bondong untuk bersholawat bersama Bupati Purworejo Drs. KH. Mahsun Zain, M.Ag. Kegiatan bertajuk Maulid Akbar dalam rangka Hari jadi Kabupaten Purworejo serta Menyambut Tahun Baru Hijriyah tersebut diselenggarakan oleh Pemuda Ahbaabul Musthofa Purworejo. Pembacaan Sholawat Simtudduror dipimpin oleh Al-Habib Aqil Qutban dari Mlangi Yogyakarta. Ribuan warga, laki-laki dan perempuan bersemangat mengikuti sholawat yang dilantunkan beliau didampingi oleh Ustadz Zamam, salah satu Qori’ Nasional.

Pada kesempatan tersebut, KH. Thoifur Mawardi dalam pengajiannya mengajak umat Islam terutama di Kabupaten Purworejo untuk senantiasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau mengibaratkan, unta saja suka kepada Nabi, oleh karena itu manusia jangan sampai kalah dengan unta. Sementara itu, Bupati Purworejo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemuda Ahbaabul Musthofa Purworejo yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut. “Seperti kita ketahui, belakangan ini beberapa musibah atau bala menimpa Purworejo. Kemarin ada oplosan,semoga dengan kegiatan yang positif seperti ini, Purworejo dapat terhindarkan dari musbah-musibah lainnya.” kaat Beliau. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo H. Moh Dahlan, SE serta beberapa tokoh masyarakat lainnya.

Pemuda Ahbaabul Musthofa Purworejo sendiri merupakan suatu organisasi yang dipimpin oleh Habib Umar Al-Attos. Didirikan oleh sekelompok pemuda yang cinta sholawat, dengan agenda utama Pembacaan Sholawat Al-Habsyi atau yang lebih dikenal dengan nama Maulid Simtudduror setiap Malam Minggu Pon. Dalam pendiriannya Pemuda Ahbaabul Musthofa mendapat restu langsung dari beliau Al-Habib Syech bin Abdulqodir Assegaf dari Solo. Bahkan nama Pemuda Ahbaabul Musthofa merupakan pemberian beliau.

TIM JURI PKPD-PU KUNJUNGI PURWOREJO

Tim PKPD-PU melihat pelaksanaan kegiatan IPAIR P3A Desa Karangmulyo
Tim PKPD-PU melihat pelaksanaan kegiatan IPAIR P3A Desa Karangmulyo

Hari pertama masuk setelah libur  dan cuti bersama Idul Adha, Dinas Pengairan Kabupaten Purworejo kedatangan tamu. Rabu (16/10) kemarin yang datang ke Purworejo adalah Tim Juri Lomba Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum (PKPD-PU) Sub Bidang Sumber Daya Air. Tim tersebut terdiri dari 4 (empat) orang, masing-masing Prof. Slamet Imam Wahyudi mewakili akademisi, Ir. Leonarda B. Ibnusaid dari Pejabat Struktural Kementerian PU, Ir. Alfa K. Tampubolon dari Pejabat Fungsional serta  Ir. Usman Gunadi, tim Teknis Ditjen SDA.
Kabupaten Purworejo memang termasuk dalam shortlist untuk mengikuti PKPD-PU Sub Bidang SDA Tahun 2013.  Beberapa waktu yang lalu para peserta yang masuk dalamshortlist diberikan kuisioner untuk dijawab dan dikirimkan ke Ditjen SDA Kementerian PU beserta dokumen pendukungnya. Oleh karena itu, kemarin dilakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kesesuaian data yang sudah dikirim. Adapun penilaian lomba tersebut terdiri dari 4 item yaitu Presentasi, Kelembagaan, Jawaban Kuisionar serta Lapangan. Penilaian lapangan sendiri di titik beratkan pada tiga kegiatan yaitu, pengelolaan irigasi, konservasi serta pengendalian daya rusak air.

Kemarin tim dari PKPD-PU diajak untuk melihat pengelolaan irigasi DI. Boro, termasuk meninjau pelaksanaan kegiatan IPAIR di Desa Karangmulyo. Selain itu juga melihat pemanfaat air baku di Desa Pamriyan Kecamatan Pituruh. Pemanfaatan ari baku yang berbasis masyarakat di Desa Pamriyan mengambil air dari beberapa mata air yang masuk inventarisasi aset Dinas Pengairan Kabupaten Purworejo. Berdasarkan data inventarisasi tahun 2005 terdapat sedikitnya 188 mata air di wilayah Kabupaten Purworejo. Diantara 188 mata air tersebut, 43 lokasi merupakan mata air potensial yang sudah terdata kemanfaatannya bagi masyarakat. akhir-akhir ini juga digalakkan kegiatan konservasi mata air bekerjasama dengan berbagai instansi, termasuk Bappeda dan Balai PSDA Probolo, baik kegiatan fisik maupun nonfisik seperti kegiatan Gerakan Nasional Kemitraan Pelestarian Air (GNKPA).

Pada kesempatan tersebut, tim dari Kementerian PU juga menyampaikan apresiasi terhadap pengelolaan TIK di Dinas Pengairan Kabupaten Purworejo yang sudah cukup maju.

835 PEJABAT DILANTIK, SEMUA POSISI DI PENGAIRAN SUDAH TERISI

 

pelantikan 12

Jum’at (18/10) pagi, bertempat di ruang Arahiwang Setda Purworejo, Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg melantik dan mengambil sumpah pejabat eselon II, III, IV dan V. Seluruh pejabat struktural pada Dinas Pengairan yang kini berganti nama menjadi Dinas Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral akhirnya terisi. Beberapa jabatan yang sudah kosong dalam jangka waktu yang cukup lama diisi oleh beberapa muka baru. Beberapa posisi lain masih tetap alias tidak mengalami pergantian. Beberapa posisi yang masih tetap adalah Sekretaris Dinas masih tetap Ir. Suparno, MM. Kabid Irigasi masih tetap dijabat oleh Joko Wagiyono, ST. Kasubbag Umum dan Kepegawaian masih tetap Yoso Pramono, SH. Kemudian Kasi Rehabilitasi dan Pemeliharaan serta Kasi Operasional dan Irigasi Desa masih tetap dijabat oleh Widayat Turokhman, ST dan Karyadi, ST.

Di Bidang Sumber Daya Air, Kepala Bidang yang tadinya kosong akhirnya dijabat oleh Wijayanto Laban, BE, S.Sos.,MM. yang tadinya merupakan Kabid Kapasitas dan Kelembagaan Pemdes/Kelurahan di Bapermasdes. Sedangkan Ir. Gunarto, ST. yang semula menjabat Kasi Pemberdayaan dan Perijinan sedikit bergeser menjadi Kasi Sungai, Drainase dan Sistem Informasi. Seksi Pemberdayaan dan Perijinan pada Bidanga SDA sendiri dihapus dan diganti dengan Seksi Pengkajian dan Pengembangan yang dijabat oleh Suwandi, ST yang sebelumnya merupakan Kasi Sarana dan Prasarana Disperindagkop. Beberapa tahun yang lalu juga pernah menjabat di Dinas Pengairan sebagai Kasi Operasional pada Bidang Irigasi.

Pada Sekretariat Dinas, dua posisi yang tadinya kosong cukup lama akhirnya terisi oelh muka baru. Kasubbag Keuangan dijabat oleh Christina Dewandari, SH yang tadinya merupakan Kasubbag Keuangan Bapeluh dan KP. Sedangkan Kasubbag Perancanaan, Evaluasi dan Pelaporan dijabat oleh Dra. Tri Retno Sari Dewito Wulandari yang sebelumnya menjabat Kasubbag Keuangan Dilatanak.

Pada Bidang yang baru, yaitu Bidang Energi Sumber Daya Mineral, kabid dijabat oleh Adia Nur, ST. semula merupakan Kabid Perikanan Dilatanak. Sedangkan seksi energi dijabat oleh Muhammad Arif Lumaela, SE. yang tadinya Kasi Pertambangan dan Energi Disperindagkop, serta satu lagi seksi Sumber Daya Mineral dijabat oleh Udi Kurniawan, ST. yang sebelumnya merupakan pelaksana di Disperindagkop.

DINAS PENGAIRAN JUARA UMUM LOMBA PEMANFAATAN TIK

Petugas PDE bersama Sekretaris Dinas Pengairan memamerkan sejumlah trofi yang diraih
Petugas PDE bersama Sekretaris Dinas Pengairan memamerkan sejumlah trofi yang diraih

Dinas Pengairan Kabupaten Purworejo kembali mencatatkan prestasi. Kali ini di bidang insformasi dan teknologi (IT). Selasa, 17 September 2013, seusai upacara luar biasa di Halaman Setda, Dinas Pengairan dikukuhkan sebagai Juara Umum Lomba Pemanfaatan dan Pembudayan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Tahun 2013 timgkat Kabupaten Purworejo. Dengan demikian, Dinas Pengairan berhak mendapatkan Piala Bergilir dari Bupati Purworejo yang diserahkan oleh Sekretaris Daerah Drs. Tri Handoyo, MM. Piala tersebut pada tahun 2012 lalu dimenangkan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop).

Menururt Kabag Humas, Drs. Joko Saptono, Dinas Pengairan menjadi Juara Umum setelah memperoleh akumulasi nilai tertinggi dari dua kategori yang dilombakan. yaitu penilaian konten sub domain (website) serta penilaian terhadap Petugas Pengelola Data Elektronik (PDE) SKPD. Pada lomba sub domain (website), Juara I diraih Dinas Perindagkop (diperindagkop.purworejokab.go.id), Juara II Dinas Pertanian dan Kehutanan (dipertanhut.purworejokab.go.id) serta Juara III Dinas Pengairan (pengairan.purworejokab.go.id). Sedangkan untuk kategori lomba Petugas PDE, Juara I diraih oleh M. Faisol Reza, Amd. (Dinas Pengairan), Juara II Nandang Darma SSP (Dipertanhut) serta Juara III Fakhrudin Hidayat, Amd. (Diperindagkop).

Menurut beliau, lomba itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran jajaran pimpinan SKPD agar lebih peduli dengan pemanfaatan TIK di instansinya, serta bertujuan membangun semangat petugas PDE, Bakohumas dan Sekretaris/Kasubag TU di masing-masing SKPD, dalam memanfaatkan TIK dan mengelola website pada subdomain masing-masing.

Sedangkan Sekda Drs. Tri Handoyo, MM. dalam sambutannya menyampaikan bahwa, penerapan TIK merupakan bentuk pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung aktivitas-aktivitas pemerintahan yang tentu saja bertujuan untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. “Oleh karena itu tidak berlebihan kalau TIK dianggap sebagai tulang punggung reformasi birokrasi,” tandasnya.

Pada kenyataannya, masyarakat sudah mulai memanfaatkan subdomain pengairan.purworejokab.go.id untuk menjalin komunikasi dengan Pemerintah Daerah terutama di bidang irigasi. Sebagian masyarakat menyampaikan keluhan terkait permasalahan irigasi di daerahnya, ada yang menyampaikan saran-saran, bahkan ada yang sekedar menyapa atau silaturahmi. Lebih luas lagi, konten sub domain Dinas Pengairan tidak jarang juga dimanfaatkan oleh kalangan akademi. Seperti pelajar yang mencari materi untuk mengerjakan tugas sekolah, mahasiswa yang mencari bahan untuk skripsi/tugas akhir, ataupun mereka yang sekedar ingin menambah wawasan dan pengetahuan. Hal ini tentu saja dikarenakan konten subdomain Dinas Pengairan juga berisi tentang informasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

BUDIONO IKUTI LOMBA OP IRIGASI TINGKAT NASIONAL

Budiono memarken trofi Juara tingkat Provinsi bersama Bupati Purworejo dan Kepala Dinas Pengairan
Budiono memarken trofi Juara tingkat Provinsi bersama Bupati Purworejo dan Kepala Dinas Pengairan

Jajaran Dinas Pengairan Kabupaten Purworejo kembali mendapatkan kesempatan untuk mengukir prestasi tingkat Nasional. Pada tahun lalu, Ngaderi, Mantri Pengairan Bayan berhasil menjadi Juara II Lomba OP Irigasi tingkat Nasional. Kali ini giliran Budiono, Mantri Pengairan Purwodadi II, UPT Dinas Pengairan Wilayah Purwodadi yang akan mengikuti lomba tersebut mewakili provinsi Jawa Tengah. Kesempatan tersebut diperoleh setelah beberapa waktu yang lalu Kemantren Purwodadi II berhasil menjadi juara pada tingkat regional Jawa Tengah. Lomba tingkat nasional tersebut, kembali dilaksanakan dalam dua sesi penilaian. Pada sesi pertama, yaitu sesi paparan akan dilaksanakan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara pada tanggal 31 Agustus s/d 2 September 2013. Sedangkan sesi kedua yaitu penilaian lapangan akan dilaksanakan segera setelah selesainya lomba sesi pertama.

Walaupun kedua sesi sangat penting, akan tetapi penilaian lapangan mempunyai peranan yang lebih penting. Hal ini dikarenakan pada saat tim dewan juri mendatangi lapangan, maka akan mengetahui kondisi yang sebenarnya, apakah sesuai dengan apa yang sudah disampaikan pada sesi pemaparan. Oleh karena sangat dibutuhkan doa restu serta peran serta secara langsung dari masyarakat, terutama di wilayah Kemantren Purwodadi II. Dengan doa restu dan peran serta secara langsung dari masyarakat, diharapkan Dinas Pengairan kembali mengharumkan nama Kabupaten Purworejo di tingkat Nasional. Lebih dari itu, tentu saja diharapkan akan dapat memberikan pelayanan serta kepuasan bagi masyarakat, terutama para petani pemakai air irigasi.

DINAS PENGAIRAN RAIH JUARA III LOMBA TERTIB ARSIP SKPD

Salah serang staf memamerkan Piala dan Piagam Penghargaan Juara III Lomba Tertib Arsip didampingi Kepala Dinas serta Kasubbag Umum & Kepegawaian
Salah serang staf memamerkan Piala dan Piagam Penghargaan Juara III Lomba Tertib Arsip didampingi Kepala Dinas serta Kasubbag Umum & Kepegawaian

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh jajaran Dinas Pengairan Kabupaten Purworejo. Belum lama ini, salah satu Mantri dari UPT Purwodadi berhasil meraih Juara I Lomba Kemantren tingkat Propinsi Jawa Tengah dan akan mewakili Jawa Tengah pada lomba serupa tingkat Nasional. Kali ini Dinas Pengairan kembali meraih prestasi, meskipun sebatas tingkat Kabupaten. Dinas Pengairan berhasil menjadi Juara III Lomba Tertib Arsip Desa dan SKPD Tahun 2013 untuk kategori SKPD. Lomba diikuti oleh 40 SKPD se Kabupaten Purworejo termasuk Kecamatan. Penilaian dilaksanakan pada tanggal 8 s.d. 20 Juni 2013 kemarin dengan cara mendatangi masing-masing SKPD. Para juri yang berasal dari Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah mendatangi Kantor Dinas Pengairan pada tanggal 12 Juni 2013.
Sesuai pengumuman yang dikeluarkan, keluar sebagai Juara I adalah Sekretariat DPRD dengan nilai 1893, disusul Juara II Kecamatan Gebang dengan nilai 1766, serta Dinas Pengairan sebagai Juara III dengan nilai 1703. Sedangkan untuk kategori Desa, keluar sebagai Juara I, II dan III, masing-masing adalah Desa Plipiran Kec. Bruno, Desa Patutrejo Kec. Grabag serta Desa Bandungkidul Kec. Bayan. Penyerahan hadiah dilaksanakan Jumat, 13 Juli 2013, pagi tadi di halaman Setda Kabupaten Purworejo. Para pemenang mendapatkan Piala, Piagam serta Uang Pembinaan. Menurut Bupati Purworejo, penghargaan tersebut diberikan sebagai motivasi untuk tertib pengelolaan arsip SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo.

KPRI ‘BANGUN’ DINAS PENGAIRAN SELENGGARAKAN RAT

DSCN9192

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) ‘Bangun’ yang merupakan Koperasi Pegawai Dinas Pengairan Kabupaten Purworejo berhasil melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 5 Januari 2012 di Aula Dinas Pengairan Kabupaten Purworejo. Sebanyak 152 orang dari total 158 anggota hadir pada kegiatan tersebut. Turut hadir dalam acara tersebut yaitu perwakilan dari Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Purworejo serta perwakilan dari Dinas Perindagkop Kabupaten Purworejo.

Dalam sambutannya, Bp. Nurhadi Trionggo, SH. yang mewakili Dekopin Purworejo menyampaikan ucapan selamat karena KPRI ‘Bangun’ telah berhasil melaksanakan RAT tepat waktu, bahkan tercepat ketiga se-Kabupaten Purworejo.  Beliau juga menyampaikan perihal perubahan regulasi tentang koperasi yang semula menggunakan UU Nomor 25 Tahun 1992, kini menggunakan UU Nomor 17 Tahun 2012. Terkait dengan hal tersebut, diharapkan supaya KPRI ‘Bangun’ untuk bisa mempelajari dan menggunakannya. Termasuk perubahan logo Koperasi supaya segera menyesuaikan dengan logo yang baru. Beliau juga berharap KPRI ‘Bangun’ dapat mempertahankan dan meningkatkan sinergi antara pengurus dan anggota yang selama ini terlah terjalin dengan baik.

Sekretaris Dinas Pengairan, Ir. Suparno, MM. dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada pengurus karena telah berhasil melaksanakan RAT tercepat ketiga se-Kabupaten Purworejo. Menurut beliau, KPRI ‘Bangun’ selama  ini sangat bermanfaat bagi anggotanya. Dilihat dari sisi modal atau dana yang dikucurkan kepada anggota, dari hari ke hari mengalami kemajuan. Beliau juga mengusulkan penambahan modal bagi koperasi menyikapi wacana kenaikan gaji pada tahun 2013, serta penurunan jasa pinjaman. Hal ini dimaksudkan untuk mengakomodasi kebutuhan anggota supaya tidak meminjam uang ke pihak lain.

Pada kegiatan RAT tersebut, semua anggota sepakat menerima pertanggungjawaban pengurus. Selain itu juga disepakati bahwa jasa pinjaman turun menjadi 1% dari semula 1,5%, dengan perincian 0,8% merupakan pendapatan murni koperasi dan 0,2% dikembalikan kepada anggota. Pada akhir kegiatan dilaksanakan pengundian berbagai macam doorprize yang berlangsung hingga pukul 14.00 siang.

SAHAB ROBANI : SANG PENJAGA BENDUNG KEDUNGPUTRI

Halo, apa kabar para pemirsa, eh pembaca…
Rubik ‘keledek’ atau Kenal Lebih Dekat adalah rubik yang menyajikan sepak terjang para pegawai di lingkup Dinas SDA ESDM Kabupaten Purworejo dalam menjalankan tugasnya. Pengin tau? Pengin tau aja apa pengin tau banget? Ok, kalau diam bearti pengin tau banget. Langsung saja, cekidot.

SAHAB ROBANI:
SANG PENJAGA BENDUNG KEDUNGPUTRI

Hujan sangat lebat dan panjang yang mengguyur wilayah Purworejo, terutama Purworejo utara pada Jumat (28/12) sore hingga malam tadi mengingatkan kami kepada para penjaga bendung.  Pagi tadi, ketika berangkat kerja kami menyempatkan untuk mampir ke Bendung Kedungputri di Desa Trirejo, Kecamatan Loaono, Kabupaten Purworejo. Setelah mampir sejenak di rumah jaga, kami mendapatkan informasi bahwa Sang Penjaga Bendung sedang berada di Bendung yang terletak beberapa meter dari rumah jaga tersebut. Benar saja, sampai di Bendung kami menjumpainya sedang memutar beberapa tuas pintu air.

Sahab Robani sedang memutar salah satu pintu air di Bendung Kedungputri
Sahab Robani sedang memutar salah satu pintu air di Bendung Kedungputri

Sahab Robani, nama Sang Penjaga Bendung tersebut. Bendung Kedungputri yang merupakan sumber aliran utama Daerah Irigasi Kedungputri sudah dijaganya selama 14 tahun terakhir. Laki-laki kelahiran 2 September 1974 tersebut meneruskan perjuangan Bp. Pramono yang telah purna tugas pada tahun 1998. Dia menuturkan, semalam memang terjadi hujan yang cukup lebat dan panjang. Hujan yang dimulai sekitar pukul 5 sore, baru berakhir sekitar pukul 11 malam. Bahkan sampai lewat tengah malam masih gerimis. Akibatnya, air di bendung mulai meluap sekitar pukul 7 malam. Pagi tadi memang masih tampak tanda-tanda luapan air semalam, seperti alang-alang yang roboh tertimpa air serta sampah-sampah yang masih menyangkut di sekitar bendung. Ia mengisahkan, pernah suatu ketika sekitar tahun 2004, luapan air bahkan sampai permukaan jalan. Ada kisah lain, bahwa suatu ketika tinggi luapan air hampir mencapai setinggi pohon kelapa.

Rumah jaga Bendung Kedungputri yang ditempati Sahab Robani bersama keluarganya
Rumah jaga Bendung Kedungputri yang ditempati Sahab Robani bersama keluarganya

Bapak satu anak tersebut memulai menjaga bendung pada tahun 1998 sebagai tenaga harian, kemudian diangkat sebagai CPNS pada tahun 2005. Ia menempati rumah jaga yang berada beberapa meter di atas bendung. Berikut profil singkatnya:

Nama Lengkap
TTL
Alamat
NIP
Pangkat/Gol.
Pendidikan
Lokasi Pekerjaan
:
:
:
:
:
:
:
Sahab Robani
Purworejo, 2 September 1974
Dusun Sejiwan, Desa Trirejo, Kec. Loano, Kab. Purworejo
19740902 200701 1 010
Pengatur Muda Tk I – II/b
SMA (IPA)
Pintu Air Bendung Kedungputri

Demikian profil singkat Sang Penjaga Bendung Kedungputri, sampai jumpa pada profil Sang Penjaga Bendung lainnya.

JUARA II NASIONAL, NGADERI MENERIMA PENGHARGAAN DARI MENTERI PU

NGADERI

Dinas Pengairan kembali mengharumkan nama Kabupaten Purworejo di tingkat Nasional. Kali ini Mantri Kemantren Bayan, Ngaderi berhasil menjadi Juara II Nasional pada Lomba Pemilihan Petugas Operasi & Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Rawa Teladan Tingkat Nasional Tahun 2012 tingkat Juru/Kejuron/Kemantren. Pengumuman serta penyerahan piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto pada saat Upacara Bendera dalam rangka Hari Bakti Kementerian Pekerjaan Umum Ke-67 di Halaman Kantor Kementerian Pekerjaan Umum Jakarta, Senin, 3 Desember 2012 kemarin. Ngaderi, yang mewakili Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu dari lima finalis tingkat Nasional.

Juara I pada lomba tersebut direbut oleh Provinsi Jawa Timur, serta Provinsi Jawa Barat menjadi Juara III. Sedangkan Juara IV dan V, masing-masing adalah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Sulawesi Selatan. Para pemenang tersebut akan mendapatkan hadiah Sepeda Motor dari Kementerian Pekerjaan Umum. Sedangkan untuk Lomba tingkat Kepala UPT, Provinsi Jawa Tengah kembali menjadi Juara I yang kali ini diwakili oleh Kabupaten Cilacap. Seperti kita ketahui, pada tahun 2011 lalu, Dinas Pengairan Kabupaten Purworejo yang mewakili Provinsi Jawa Tengah juga berhasil mendapatkan Juara I.

Pada malam harinya diselenggarakan acara Malam Penghargaan Pekerjaan Umum di Gedung PU. Pada acara tersebut diserahkan penghargaan Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum (PKPD-PU) Tahun 2012. Penyerahan penghargaan diserahkan langsung oleh Menko Kesra Agung Laksono, Mendagri Gamawan Fauzi serta Menteri PU Djoko Kirmanto. Provinsi Jawa Tengah berhasil menjadi yang terbaik pada PKPD-PU sub bidang Sumber Daya Air.

PEJABAT ADB KUNJUNGI PURWOREJO

Tiga orang pejabat Asian Development Bank (ADB) pada Kamis, 29 Maret lalu melakukan kunjungan ke Purworejo. Ketiga orang tersebut adalah Mr. Jon Lindborg serta dua orang pendampingnya yaitu Bp. Edimon Ginting dan Ibu Ayun Sundari. Mr. Jon Lindborg yang berasal dari Indiana, Amerika Serikat merupakan Country Director Indonesian Resident Mission (IRM) ADB. Turut serta bersama rombongan yaitu Mr. Willem J. Van Diest, konsultan kegiatan Participatory Irrigation Sector Project (PISP)yang didanai oleh ADB.

 

Mr. Jon Lindborg bersama para petani di Desa Mudalrejo memamerkan hasil panen padi
Mr. Jon Lindborg bersama para petani di Desa Mudalrejo memamerkan hasil panen padi

Kedatangan para pejabat ADB tersebut bermaksud untuk meninjau lokasi hasil kegiatan PISP di Kabupaten Purworejo.  PISP sendiri merupakan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi dengan dana tugas pembantuan dari Pemerintah Pusat, yang sumber dananya berasal dari ADB. Kegiatan yang telah dilaksanakan selama tahun 2006 – 2011 ini melibatkan tiga Dinas, yaitu Bappeda, Dinas Pertanian serta Dinas Pengairan.

Setelah diterima di Bappeda Kabupaten Purworejo, rombongan menuju lapangan untuk meninjau salah satu lokasi yang dilaksanakan rehabilitasi melalui kegiatan PISP. Rombongan yang terdiri dari Pejabat ADB, Konsultan PISP serta Pejabat dari Bappeda, Dinas Pengairan dan Dinas Pertanian ini menuju saluran irigasi DI Kaliduren di Desa Mudalrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Ikut serta mendampingi yaitu Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) DI. Kaliduren Pak Hartono dan Ketua P3A Desa Mudalrejo Pak Sukamdi.

Selama kunjungan, Mr. Jon Lindborg yang baru 3 bulan bertugas di Indonesia menyatakan bahwa, meskipun sebuah bank, ADB mempunyai misi untuk membantu meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan masyarakat Indonesia, salah satunya melalui kegiatan PISP ini. Beliau juga menyampaikan pepatah orang barat yaitu “No Water No Glory”, tanpa air tidak akan diperoleh kesuksesan. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat terus meningkatkan partisipasinya dalam memelihara serta meningkatkan jaringan irigasi di sekitar mereka. Dengan terpeliharanya jaringan irigasi dengan baik, maka air dapat mengalir secara maksimal ke areal persawahan, sehingga dapat meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi padi yang otomatis membawa dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. <rvd>.

Jl. Mayjend Sutoyo No. 59 Purworejo Telp./Fax. +62275321019