Arsip Kategori: khas purworejo

BEDUG PENDOWO, KEBANGGAAN PURWOREJO

bedug_dunia

 

Masyarakat Purworejo tentu saja tidak asing dengan Bedug Pendowo. Sebuah alat tabuh yang juga terkenal dengan nama Bedug Kyai Bagelen ini dibuat pada masa Bupati pertama Purworejo, Raden Adipati Cokronegoro I. Ada beberapa pendapat perihal riwayat pembuatan bedug ini. Berdasarkan pendapat yang paling banyak, kisah pembuatan Bedug Pendhowo dimulai ketika pada kisaran tahun 1834 M, setelah selesainya pembangunan Masjid Agung Puworejo. Adipati merasa perlu untuk melengkapinya dengan sebuah bedug sebagai penanda waktu sholat. Setelah berembug dengan berbagai pihak, akhirnya Adipati menyetujui saran dari adiknya, Tumenggung Prawironegoro, wedono Bragolan, untuk menggunakan pangkal pohon jati pendowo sebagai bahan pembuatan bedug.  lalu dibuatlah bedug dengan bahan utama pangkal pohon jati pendowo yang ada di Desa Pendowo, Purwodadi. Konon, pohon jati tersebut sudah sangat tua, berusia ratusan tahun. Berhubung menggunakan pangkal pohon jati yang berukuran sangat besar, tentu saja proses pembuatannya dilaksanakan di daerah asal pohon jati tersebut.

Permasalahan muncul ketika bedug telah selesai dibuat. Adipati belum menemukan cara untuk memindahkan bedug tersebut ke Masjid Agung Purworejo, mengingat ukurannya yang sangat besar. Kembali, Adipati mendapat masukan dari adiknya supaya mengangkat seorang Kiai dari daerah Solotiyang, Maron, Loano untuk memimpin proyek pemindahan bedug tersebut. Kiai Haji Yunus Muhammad Irsyad nama Kiai tersebut. Selain, memiliki ilmu agama yang tinggi, beliau juga terkenal memiliki pemikiran yang sangat jenius, jauh diatas rata-rata orang awam. Lalu ditunjuklah Kiai Haji Yunus M. Irsyad untuk memimpin pemindahan bedug pendowo. Dengan menggunakan teknik yang sudah dirancang sedemikian rupa, serta dengan membuat beberapa pos peristirahatan, sepanjang perjalanan para pekerja dihibur dengan berbagai kesenian, sehingga menambah semangat dalam mengangkat bedug. Sekitar 20 hari proses perjalanan, akhirnya Bedug Pendowo berhasil dipindahkan dari tempat asal pembuatannya menuju Masjid Agung Purworejo.

Bedug tersebut kini menjadi potensi yang tak ternilai bagi Kabupaten Purworejo. Selain tentu saja merupakan aset religius, Bedug Pendowo juga merupakan aset pariwisata bagi Purworejo. Terbukti, banyak sekali wisatawan yang singgah di alun-alun Purworejo untuk melihat Bedug Pendowo yang sudah terkenal seantero Negeri bahkan dunia.