Arsip Kategori: iptek

TRIK MEMINIMALISASI GANGGUAN JARINGAN PUPNS

pingpupnsJenuh mengisi pupns karena sering eror? Sabar, orang sabar disayang istrinya dan tentu disayang Tuhan juga. Berikut saya kasih tips kecil yang insya Allah dapat meringankan beban, hehe…

Yang perlu disiapkan :
1. Komputer / Laptop
2. Koneksi Internet yang bagus
3. Browser, recomended pakai Firefox, lebih keren lagi yang sudah dioprek about:config nya sehingga tambah kenceng dari standarnya
4. Jangan lupa sediakan kopi biar tambah ganteng

Oke, sebelum buka browser buka dulu Lanjutkan membaca TRIK MEMINIMALISASI GANGGUAN JARINGAN PUPNS

SOLUSI AUTOCOMPLETE BERHENTI DAN GAGAL MENYIMPAN PADA SAAT MENGISI PUPNS

K640_DSCN0059Ya, disamping rutinitas pekerjaan kantor yang sudah menumpuk, para PNS sekarang juga sedang disibukkan dengan kewajiban melaksanakan PUPNS secara online melalui situs epupns.bkn.go.id. Saya yakin hampir semua PNS yang menginput PUPNS mengalami permasalahan seperti pada judul artikel ini. Oke, langsung saja ke pokok permasalahan. Ada dua permasalahan yang sangat menjadi kendala :
1. Pada saat sudah selesai menginput data-data yang diperlukan ketika mau disimpan tidak mau;
2. Pada form isian autocomplete (Kota kelahiran, Nama Sekolah dll.) seringkali hanya muter-muter tanpa berhenti.

Kedua permasalahan tersebut sebenarnya disebabkan karena pada saat kita mengisi data-data yang diperlukan, sistem me-logout sendiri tanpa kita minta. Hal inilah yang menyebabkan proses penyimpanan ataupun loading autocomplete berhenti tanpa ada informasi. Terkadang juga secara otomatis kembali ke menu login. Oke, kita langsung ke solusinya : Lanjutkan membaca SOLUSI AUTOCOMPLETE BERHENTI DAN GAGAL MENYIMPAN PADA SAAT MENGISI PUPNS

Banjir yang Berlangsung Terus Menerus di Indonesia

Jembatan Gantung Boro rusak akibat Banjir S. Bogowonto 22 April 2015
Jembatan Gantung Boro rusak diterjang banjir S. Bogowonto 22 April 2015 (Dinas SDAESDM)

Banyak sekali permasalahan banjir di Indonesia yang perlu dikaji secara  mendalam. Misalnya, banjir Sungai Citarum pada tahun 2000. Masalahnya, banjir dengan diikuti tanah longsor seperti yang terjadi di berbagai daerah seperti di Aceh, Lampung, Jakarta, Bandung, Cilacap, Purwokerto, Kebumen, Gorontalo, tidak cukup hanya  diratapi bersama sebagai bencana alam. Juga tidak cukup bila hanya dengan mengkambinghitamkan hujan deras sebagai penyebab tunggal. Seluruh faktor penyebab harus diungkap dan jalan pemecahannya perlu dicari agar bisa ditindaklanjuti secara serius.

Sedikitnya ada lima faktor penting penyebab banjir di Indonesia yaitu: faktor hujan, faktor hancurnya retensi Daerah Aliran Sungai (DAS), faktor kesalahan perencanaan pembangunan alur sungai , faktor pendangkalan sungai dan faktor kesalahan tata wilayah dan pembangunan sarana prasarana. Lanjutkan membaca Banjir yang Berlangsung Terus Menerus di Indonesia

Kota Samarinda Hemat Listrik Hingga 70 Persen

Solar panel untuk pembangkit listrik tenaga surya - ilustrasi (beritaterbaru.co.id)
Solar panel untuk pembangkit listrik tenaga surya – ilustrasi (beritaterbaru.co.id)

Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sejak dua tahun terakhir telah melakukan penggantian lampu median jalan protokol dengan aplikasi satu tiang listrik tidak sampai 500 watt sehingga dapat menghemat energi listrik hingga 70 persen.

“Sejak dua tahun lalu kami telah berupaya melakukan penghematan melalui penggantian lampu di median jalan protokol yang lebih hemat energi. Kalau dahulu, satu tiang bisa mencapai 1.000 watt, tetapi yang terpasang saat ini satu tiang listrik dayanya hanya 500 watt,” kata Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang pada peringatan Hari Bumi di Samarinda, Minggu (29/3).

Peringatan Hari Bumi tersebut diprakarsai Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Unmul Samarinda didukung Dinas Kebersihan Pemkot Samarinda, SKK Migas, serta Total Indonesia.

Selain itu, kata Syaharie Jaang, Pemerintah Kota Samarinda juga telah melakukan studi banding di Jakarta untuk mempelajari produk baru lampu hemat energi dengan sistem komputerisasi.

“Sistim baru ini sangat baik karena bisa menggunakan daya energi listrik sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, satu median jalan terdapat 50 tiang, lampu yang menyala bisa 20 tiang saja dengan melihat kebutuhan,” kata Syaharie Jaang.

Kota Samarinda, kata dia, juga akan mulai mengimplementasikan lampu hemat energi melalui sistem komputerisasi itu.

“Kini, tinggal cari cara untuk menurunkan wattnya saja. Pemkot Samarinda siap memfasilitasi atau mendanai kerja sama penelitian tentang hal ini antara Dinas Kebersihan dan Mahasiswa teknik Lingkungan Unmul,” ujar Syaharie Jaang.

Sementara itu, perwakilan manajeman Total Indonesia Rahmat Jatmiko mengakui bahwa perusahaan minyak dan gas (migas) tersebut saat ini tengah mempromosikan lampu tenaga sinar matahari.

“Ke depannya, andai setiap rumah ada solar panel, tidak perlu listrik lagi sebab masyarakat bisa menggunakan energi matahari yang sangat melimpah,” kata Rahmat Jatmiko.

Matahari sebagai sumber energi yang melimpah, menurut dia, harus dimaksimalkan karena Indonesia adalah daerah tropis, khususnya Kalimantan Timur yang dilewati garis lintang, sebenarnya bisa memaksimalkan tenaga matahari sehingga tidak harus bergantung terus pada sumber alam, seperti minyak dan batu bara.

Selain itu, lanjut dia, harus diciptakan sumber energi lainnya, seperti dari limbah kelapa sawit ataupun gas metan dari sampah itu suatu tantangan bagi para mahasiswa untuk mengeksplorasi studinya.

“Kita patut bersyukur karena Indonesia diberi kekayaan alam yang berlimpah. Karena daerah tropis, matahari bisa digunakan sebagai sumber energi yang besar. Beda dengan Eropa yang mungkin disinari matahari penuh hanya sekitar dua bulan saja,” ungkap Rahmat Jatmiko.

Sumber : Antara, beritasatu, beritaterbaru.