Arsip Kategori: berita

Pembangunan Bendungan Bener Dimajukan Tahun Depan

PLTA Waduk Wadaslintang (http://miftakhularifin.blogspot.co.id)
PLTA Waduk Wadaslintang (http://miftakhularifin.blogspot.co.id)

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum berencana mempercepat pembangunan Bendungan Bener yang berlokasi di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo. Pembangunan yang semula dijadwalkan pada tahun 2018 akan dimulai pembangunannya atau groundbreaking pada akhir 2017. Demikian disampaikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR), Tri Bayu Adji di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Disampaikan bahwa, saat ini Lanjutkan membaca Pembangunan Bendungan Bener Dimajukan Tahun Depan

Mayat Bayi Ditemukan Di Bendung Mranti

Exif_JPEG_420
Warga berbondong menyaksikan bayi yang mengambang di Bendung Mranti

Sesosok tubuh bayi ditemukan mengambang di Bendung Mranti, Kelurahan Mranti, Purworejo. Jasad bayi yang seperti baru lahir tersebut ditemukan oleh Penjaga Bendung Mranti, Daroni (51), pada Jumat, 16/9, pukul 06.30 WIB, ketika hendak membersihkan sampah yang menumpuk di Bendung Mranti. Segera setelah kejadian tersebut dilaporkan ke pihak yang berwenang, Aparat dari Kepolisian, Kodim, Keluarahan Mranti menuju lokasi kejadian. Informasi yang cepat tersebar membuat warga berbondong-bondong hendak memastikan kabar yang diterima.

“Seperti biasa, Lanjutkan membaca Mayat Bayi Ditemukan Di Bendung Mranti

Rencana Umum Pengadaan Dinas SDA ESDM Tahun 2016

Tubuh Bendung Tegalduren yang hancur diterjang banjir Maret 2015
Tubuh Bendung Tegalduren yang hancur diterjang banjir Maret 2015

Tahun 2015 telah berlalu, kini Pemerintah Kabupaten Purworejo termasuk Dinas SDA ESDM mulai disibukkan dengan kegiatan Tahun 2016. Terdapat 86 kegiatan pada Dinas SDA ESDM yang harus dilaksanakan tahun ini. Kegiatan-kegiatan telah dituangan dalam Rencana Umum Pengadaan Tahun 2016 yang terdiri dari 110 Paket Penyedia dan 94 Paket Swakelola. Termasuk diantaranya adalah Rehabilitasi Bendung Tegalduren yang mengalami kerusakan akibat diterjang banjir pada tanggal 22 Maret 2015 lalu, dengan pagu biaya konstruksi sebesar Rp. 659.000.000,-. Berikut Rencana Umum Pengadaan (RUP) selengkapnya untuk Tahun 2016 :

Paket Penyedia
Paket Swakelola

atau dapat diakses melalui laman Aplikasi SIRUP LKPP.

Karyawan Dinas Pengairan Kabupaten Madiun Study Banding Ke Purworejo

Karyawan Dinas Pengairan Madiun Study Banding Ke Dinas SDA ESDM Purworejo
Karyawan Dinas Pengairan Madiun Study Banding Ke Dinas SDA ESDM Purworejo

Sebanyak seratus orang Karyawan Dinas Pengairan Kabupaten Madiun mengunjungi Kabupaten Purworejo pada Selasa, 8/12 untuk melaksanakan study banding. Rombongan tamu diterima Dinas SDA ESDM Kabupaten Purworejo di Aula UPT Wilayah Purwodadi. Hadir pada acara tersebut perwakilan dari Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah.

Tujuan study banding tersebut untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia karyawan Dinas Pengairan Kabupaten Madiun khususnya mengenai kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. Dipilihnya Purworejo Lanjutkan membaca Karyawan Dinas Pengairan Kabupaten Madiun Study Banding Ke Purworejo

TNI, Dinas SDA ESDM dan Masyarakat Gotong Royong Perbaiki Saluran Irigasi

Gotong royong perbaiki saluran irigasi
Gotong royong perbaiki saluran irigasi

Kodim 0708 Purworejo dan Dinas SDA ESDM Kabupaten Purworejo bersama 200 orang masyarakat Desa Semawung, Piji dan Kemanukan, Minggu, 6/12 melaksanakan kerja bakti memperbaiki saluran irigasi DI Kebangsan di Desa Semawung. Saluran irigasi DI Kebangsan yang berada di tanggul Sungai Kaligesing jebol sepanjang 50 m mulai dari hm 3+50 dari Bendung Kebangsan sehingga aliran irigasi terputus.  Saluran diperbaiki dengan membuat bronjong bambu yang diisi batu di sepanjang tanggul. Hadir pada kesempatan tersebut, Dandim 0708 Purworejo, Kepala Dinas SDA ESDM Kabupaten Purworejo, Danramil Bagelen, Kepala Desa Piji dan Kemanukan. Adapun Kepala Desa Semawung berhalangan hadir dikarenakan sedang sakit.

Daerah Irigasi Kebangsan mengalami kerusakan Lanjutkan membaca TNI, Dinas SDA ESDM dan Masyarakat Gotong Royong Perbaiki Saluran Irigasi

Eksploitasi Air Harus Dihentikan

KUDUS- Pelarangan eksploitasi air di pegunungan Muria diminta segera dilaksanakan. Surat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebagai balasan surat Bupati Kudus dinilai sebagai payung hukum atas kebijakaan tersebut. Juru bicara Gerakan Masyarakat Transformasi Kudus (Gemataku), Slamet Machmudi, mengemukakan hal tersebut kepada Suara Merdeka, Senin (10/8).

Lebih lanjut dia menyatakan bila sebelumnya pelarangan disebutkan menunggu regulasi di tingkat provinsi, maka respons dari Gubernur dinilai sebagai jawabannya. ”Surat balasan Gubernur Jateng terhadap surat Bupati Kudus terkait penghentian eksploitasi air pegunungan Muria selayaknya ditaati oleh semua pihak,” katanya.

Konsisten

Sosialisasi dan penegakan hukum atas aturan dan pelarangan eksploitasi air pegunungan Muria yang baru saja disampaikan Gubernur Jateng harus segera ditindaklanjuti oleh Pemkab Kudus. Selanjutnya, Gemataku meminta Pemkab Kudus melakukan upaya konkret dan konsisten membangun kesadaran masyarakat sekitar Pegunungan Muria dalam hal konservasi air.

”Hal ini terkait dengan upaya pelestarian sumber daya air di Pegunungan Muria,” imbuhnya Pemahaman untuk selalu menjaga kuantitas, kualitas dan kontinuitas atau keberlanjutan air untuk kemanfaatan kehidupan dinilai masih kurang. Menurutnya, keseimbangan antara eksploitasi dengan menjaga daerah resapan air menjadi pangkal persoalan kekeringan di daerah lereng Muria.

Upaya pelestarian tidak hanya mencegah aktivitas pengerusakan hutan namun juga mengatur pemanfaatan lereng Muria agar tidak berakibat pada berkurangnya areal resapan air. Aktivitas komersialisasi air Pegunungan Muria diharapkan memenuhi kaidah konservasi air.

”Meskipun begitu, kompensasi terhadap kelestarian lingkungan menjadi syarat yang wajib dipenuhi,” imbuhnya. Salah satunya, distribusi air pegunungan untuk masyarakat ditentukan agar debit air pegunungan yang semakin berkurang dapat dinikmati secara adil. Dengan dukungan semua pihak, pengawasan dan penegakan aturan menjadi tanggung jawab pemerintah. (H8-45).

Sumber : berita.suaramerdeka.com

60.000 Ha Sawah di RI Diprediksi Gagal Panen Akibat El Nino

El Nino diprediksi akan mengancam produksi pertanian, termasuk di Kabupaten Purworejo

Jakarta -Cuaca ekstrem panas atau El Nino level moderat melanda Indonesia tahun ini. El Nino ini mengancam produksi pertanian, khususnya sawah produsen padi. Pemerintah perlu mengantisipasi risiko kehilangan produksi akibat gagal panen selama kemarau tahun ini. Lanjutkan membaca 60.000 Ha Sawah di RI Diprediksi Gagal Panen Akibat El Nino

Bendung Boro Hanyut Diterjang Banjir

Kondisi bendung Boro dan jembatan layanan pasca diterjang banjir
Kondisi bendung Boro dan jembatan layanan pasca diterjang banjir

Hujan deras yang melanda Purworejo pada Rabu malam, 22 April 2015 mengakibatkan bencana di beberapa titik. Selain Tanah longsor di Desa Kalijambe, Bener yang mengakibatkan lumpuhnya Jalan Raya Purworejo – Magelang, juga terjadi bencana banjir di sungai Bogowonto yang menerjang Bendung Boro di Desa Pangenrejo, Purworejo. Kejadian pada pukul 21.00 WIB tersebut mengakibatkan jembatan layanan penghubung Desa Kedungsari dengan Kota Purworejo hanyut terbawa banjir. Hal ini diakibatkan 2 dari 5 pilar jembatan hanyut. Selain itu kerusakan juga terjadi pada 2 buah pipa air bersih yang patah kemudian hanyut.

Namun demikian, kondisi saluran induk Boro dari Bendung sampai akhir, berdasarkan pantauan petugas Dinas SDA ESDM, terpantau aman. Kondisi tanaman yang sudah mulai tanam pada Musim Tanam II juga aman. Hanya, beberapa pekarangan dan rumah warga di daerah Kebonsari, Karangsari dan Dadirejo terdapat genangan air setinggi 10 – 40 cm akibat luapan sungai Bogowonto pada pukul 01.00 dinihari.

Kondisi Bendung Tegalduren Pasca Banjir

Tubuh Bendung Tegalduren hancur lebur diterjang banjir
Tubuh Bendung Tegalduren hancur lebur diterjang banjir

Seperti diketahui bersama, pada tanggal 22 Maret 2015 yang lalu terjadi bencana banjir di beberapa wilayah Kabupaten Purworejo. Salah satu yang terparah adalah Banjir yang menerjang Sungai Kaligesing. Curah hujan pada saat itu yang mencapai 85 mm mengakibatkan sungai meluap dan menerjang dua bendung yang ada di Sungai Kaligesing yaitu Bendung Tegalduren di Desa Pacekelan serta Bendung Kebangsan di Desa Ganggeng Kecamatan Purworejo. Tubuh bendung Tegalduren patah kemudian hanyut terbawa arus, sedangkan intake saluran ambrol dikarenakan terjadi degradasi dasar sungai. Areal yang terdampak adalah seluas 83 Ha dengan umur tanaman padi baru sekitar 30 hari. Biaya yang diperlukan untuk penanganan pasca bencana alam pada kisaran Rp. 307.101.000,-

Layout lokasi bencana di Sungai Kaligesing
Layout lokasi bencana di Sungai Kaligesing

Sedangkan di Bendung Kebangsan, terjadi kerusakan tanggul kiri bendung rusak beserta saluran sepanjang 100 m ambrol. Hal ini disebabkan alur sungai utama berpindah tempat ke sebelah kiri. Areal yang terdampak adalah seluas 93 Ha dengan umur tanaman padi baru sekitar 30 hari. Biaya yang diperlukan untuk penanganan pasca bencana alam pada kisaran Rp. 716.493.000,-. Perlu diwaspadai rawan bencana di lokasi lain yang berkaitan dengan perubahan iklim, longsor, banjir dan kekeringan.