Arsip Kategori: berita bebas

22 Hektare Sawah di Purworejo Puso

ekoanang
Ir. Eko Anang SW.

PURWOREJO (KRjogja.com) – Sawah seluas kurang lebih 22 hektare di Kabupaten Purworejo puso akibat kekeringan. Musim kemarau juga berdampak pada hamparan padi seluas 333 hektare di lima kecamatan. Petani berupaya menyelamatkannya menggunakan pompa air.

Sawah puso terdapat di Desa Brondongrejo Purwodadi seluas 10 hektare dan Surorejo Banyuurip 12 hektare. “Untuk kekeringan, sawah terdampak ada di Kecamatan Purwodadi, Banyuurip, Purworejo, Gebang dan Kaligesing,” kata Ir. Eko Anang SW, Lanjutkan membaca 22 Hektare Sawah di Purworejo Puso

Eksploitasi Air Harus Dihentikan

KUDUS- Pelarangan eksploitasi air di pegunungan Muria diminta segera dilaksanakan. Surat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebagai balasan surat Bupati Kudus dinilai sebagai payung hukum atas kebijakaan tersebut. Juru bicara Gerakan Masyarakat Transformasi Kudus (Gemataku), Slamet Machmudi, mengemukakan hal tersebut kepada Suara Merdeka, Senin (10/8).

Lebih lanjut dia menyatakan bila sebelumnya pelarangan disebutkan menunggu regulasi di tingkat provinsi, maka respons dari Gubernur dinilai sebagai jawabannya. ”Surat balasan Gubernur Jateng terhadap surat Bupati Kudus terkait penghentian eksploitasi air pegunungan Muria selayaknya ditaati oleh semua pihak,” katanya.

Konsisten

Sosialisasi dan penegakan hukum atas aturan dan pelarangan eksploitasi air pegunungan Muria yang baru saja disampaikan Gubernur Jateng harus segera ditindaklanjuti oleh Pemkab Kudus. Selanjutnya, Gemataku meminta Pemkab Kudus melakukan upaya konkret dan konsisten membangun kesadaran masyarakat sekitar Pegunungan Muria dalam hal konservasi air.

”Hal ini terkait dengan upaya pelestarian sumber daya air di Pegunungan Muria,” imbuhnya Pemahaman untuk selalu menjaga kuantitas, kualitas dan kontinuitas atau keberlanjutan air untuk kemanfaatan kehidupan dinilai masih kurang. Menurutnya, keseimbangan antara eksploitasi dengan menjaga daerah resapan air menjadi pangkal persoalan kekeringan di daerah lereng Muria.

Upaya pelestarian tidak hanya mencegah aktivitas pengerusakan hutan namun juga mengatur pemanfaatan lereng Muria agar tidak berakibat pada berkurangnya areal resapan air. Aktivitas komersialisasi air Pegunungan Muria diharapkan memenuhi kaidah konservasi air.

”Meskipun begitu, kompensasi terhadap kelestarian lingkungan menjadi syarat yang wajib dipenuhi,” imbuhnya. Salah satunya, distribusi air pegunungan untuk masyarakat ditentukan agar debit air pegunungan yang semakin berkurang dapat dinikmati secara adil. Dengan dukungan semua pihak, pengawasan dan penegakan aturan menjadi tanggung jawab pemerintah. (H8-45).

Sumber : berita.suaramerdeka.com

60.000 Ha Sawah di RI Diprediksi Gagal Panen Akibat El Nino

El Nino diprediksi akan mengancam produksi pertanian, termasuk di Kabupaten Purworejo

Jakarta -Cuaca ekstrem panas atau El Nino level moderat melanda Indonesia tahun ini. El Nino ini mengancam produksi pertanian, khususnya sawah produsen padi. Pemerintah perlu mengantisipasi risiko kehilangan produksi akibat gagal panen selama kemarau tahun ini. Lanjutkan membaca 60.000 Ha Sawah di RI Diprediksi Gagal Panen Akibat El Nino

Bendung Boro Hanyut Diterjang Banjir

Kondisi bendung Boro dan jembatan layanan pasca diterjang banjir
Kondisi bendung Boro dan jembatan layanan pasca diterjang banjir

Hujan deras yang melanda Purworejo pada Rabu malam, 22 April 2015 mengakibatkan bencana di beberapa titik. Selain Tanah longsor di Desa Kalijambe, Bener yang mengakibatkan lumpuhnya Jalan Raya Purworejo – Magelang, juga terjadi bencana banjir di sungai Bogowonto yang menerjang Bendung Boro di Desa Pangenrejo, Purworejo. Kejadian pada pukul 21.00 WIB tersebut mengakibatkan jembatan layanan penghubung Desa Kedungsari dengan Kota Purworejo hanyut terbawa banjir. Hal ini diakibatkan 2 dari 5 pilar jembatan hanyut. Selain itu kerusakan juga terjadi pada 2 buah pipa air bersih yang patah kemudian hanyut.

Namun demikian, kondisi saluran induk Boro dari Bendung sampai akhir, berdasarkan pantauan petugas Dinas SDA ESDM, terpantau aman. Kondisi tanaman yang sudah mulai tanam pada Musim Tanam II juga aman. Hanya, beberapa pekarangan dan rumah warga di daerah Kebonsari, Karangsari dan Dadirejo terdapat genangan air setinggi 10 – 40 cm akibat luapan sungai Bogowonto pada pukul 01.00 dinihari.

Kondisi Bendung Tegalduren Pasca Banjir

Tubuh Bendung Tegalduren hancur lebur diterjang banjir
Tubuh Bendung Tegalduren hancur lebur diterjang banjir

Seperti diketahui bersama, pada tanggal 22 Maret 2015 yang lalu terjadi bencana banjir di beberapa wilayah Kabupaten Purworejo. Salah satu yang terparah adalah Banjir yang menerjang Sungai Kaligesing. Curah hujan pada saat itu yang mencapai 85 mm mengakibatkan sungai meluap dan menerjang dua bendung yang ada di Sungai Kaligesing yaitu Bendung Tegalduren di Desa Pacekelan serta Bendung Kebangsan di Desa Ganggeng Kecamatan Purworejo. Tubuh bendung Tegalduren patah kemudian hanyut terbawa arus, sedangkan intake saluran ambrol dikarenakan terjadi degradasi dasar sungai. Areal yang terdampak adalah seluas 83 Ha dengan umur tanaman padi baru sekitar 30 hari. Biaya yang diperlukan untuk penanganan pasca bencana alam pada kisaran Rp. 307.101.000,-

Layout lokasi bencana di Sungai Kaligesing
Layout lokasi bencana di Sungai Kaligesing

Sedangkan di Bendung Kebangsan, terjadi kerusakan tanggul kiri bendung rusak beserta saluran sepanjang 100 m ambrol. Hal ini disebabkan alur sungai utama berpindah tempat ke sebelah kiri. Areal yang terdampak adalah seluas 93 Ha dengan umur tanaman padi baru sekitar 30 hari. Biaya yang diperlukan untuk penanganan pasca bencana alam pada kisaran Rp. 716.493.000,-. Perlu diwaspadai rawan bencana di lokasi lain yang berkaitan dengan perubahan iklim, longsor, banjir dan kekeringan.

Kota Samarinda Hemat Listrik Hingga 70 Persen

Solar panel untuk pembangkit listrik tenaga surya - ilustrasi (beritaterbaru.co.id)
Solar panel untuk pembangkit listrik tenaga surya – ilustrasi (beritaterbaru.co.id)

Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sejak dua tahun terakhir telah melakukan penggantian lampu median jalan protokol dengan aplikasi satu tiang listrik tidak sampai 500 watt sehingga dapat menghemat energi listrik hingga 70 persen.

“Sejak dua tahun lalu kami telah berupaya melakukan penghematan melalui penggantian lampu di median jalan protokol yang lebih hemat energi. Kalau dahulu, satu tiang bisa mencapai 1.000 watt, tetapi yang terpasang saat ini satu tiang listrik dayanya hanya 500 watt,” kata Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang pada peringatan Hari Bumi di Samarinda, Minggu (29/3).

Peringatan Hari Bumi tersebut diprakarsai Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Unmul Samarinda didukung Dinas Kebersihan Pemkot Samarinda, SKK Migas, serta Total Indonesia.

Selain itu, kata Syaharie Jaang, Pemerintah Kota Samarinda juga telah melakukan studi banding di Jakarta untuk mempelajari produk baru lampu hemat energi dengan sistem komputerisasi.

“Sistim baru ini sangat baik karena bisa menggunakan daya energi listrik sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, satu median jalan terdapat 50 tiang, lampu yang menyala bisa 20 tiang saja dengan melihat kebutuhan,” kata Syaharie Jaang.

Kota Samarinda, kata dia, juga akan mulai mengimplementasikan lampu hemat energi melalui sistem komputerisasi itu.

“Kini, tinggal cari cara untuk menurunkan wattnya saja. Pemkot Samarinda siap memfasilitasi atau mendanai kerja sama penelitian tentang hal ini antara Dinas Kebersihan dan Mahasiswa teknik Lingkungan Unmul,” ujar Syaharie Jaang.

Sementara itu, perwakilan manajeman Total Indonesia Rahmat Jatmiko mengakui bahwa perusahaan minyak dan gas (migas) tersebut saat ini tengah mempromosikan lampu tenaga sinar matahari.

“Ke depannya, andai setiap rumah ada solar panel, tidak perlu listrik lagi sebab masyarakat bisa menggunakan energi matahari yang sangat melimpah,” kata Rahmat Jatmiko.

Matahari sebagai sumber energi yang melimpah, menurut dia, harus dimaksimalkan karena Indonesia adalah daerah tropis, khususnya Kalimantan Timur yang dilewati garis lintang, sebenarnya bisa memaksimalkan tenaga matahari sehingga tidak harus bergantung terus pada sumber alam, seperti minyak dan batu bara.

Selain itu, lanjut dia, harus diciptakan sumber energi lainnya, seperti dari limbah kelapa sawit ataupun gas metan dari sampah itu suatu tantangan bagi para mahasiswa untuk mengeksplorasi studinya.

“Kita patut bersyukur karena Indonesia diberi kekayaan alam yang berlimpah. Karena daerah tropis, matahari bisa digunakan sebagai sumber energi yang besar. Beda dengan Eropa yang mungkin disinari matahari penuh hanya sekitar dua bulan saja,” ungkap Rahmat Jatmiko.

Sumber : Antara, beritasatu, beritaterbaru.

RIBUAN PEMUDA PURWOREJO BERSHOLAWAT BARENG BUPATI

K640_bupati sholawat

Ribuan warga Purworejo Sabtu (16/11) malam memadati Jalan Setiabudi depan Pendopo Kabupaten. Mereka berbondong-bondong untuk bersholawat bersama Bupati Purworejo Drs. KH. Mahsun Zain, M.Ag. Kegiatan bertajuk Maulid Akbar dalam rangka Hari jadi Kabupaten Purworejo serta Menyambut Tahun Baru Hijriyah tersebut diselenggarakan oleh Pemuda Ahbaabul Musthofa Purworejo. Pembacaan Sholawat Simtudduror dipimpin oleh Al-Habib Aqil Qutban dari Mlangi Yogyakarta. Ribuan warga, laki-laki dan perempuan bersemangat mengikuti sholawat yang dilantunkan beliau didampingi oleh Ustadz Zamam, salah satu Qori’ Nasional.

Pada kesempatan tersebut, KH. Thoifur Mawardi dalam pengajiannya mengajak umat Islam terutama di Kabupaten Purworejo untuk senantiasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau mengibaratkan, unta saja suka kepada Nabi, oleh karena itu manusia jangan sampai kalah dengan unta. Sementara itu, Bupati Purworejo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemuda Ahbaabul Musthofa Purworejo yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut. “Seperti kita ketahui, belakangan ini beberapa musibah atau bala menimpa Purworejo. Kemarin ada oplosan,semoga dengan kegiatan yang positif seperti ini, Purworejo dapat terhindarkan dari musbah-musibah lainnya.” kaat Beliau. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo H. Moh Dahlan, SE serta beberapa tokoh masyarakat lainnya.

Pemuda Ahbaabul Musthofa Purworejo sendiri merupakan suatu organisasi yang dipimpin oleh Habib Umar Al-Attos. Didirikan oleh sekelompok pemuda yang cinta sholawat, dengan agenda utama Pembacaan Sholawat Al-Habsyi atau yang lebih dikenal dengan nama Maulid Simtudduror setiap Malam Minggu Pon. Dalam pendiriannya Pemuda Ahbaabul Musthofa mendapat restu langsung dari beliau Al-Habib Syech bin Abdulqodir Assegaf dari Solo. Bahkan nama Pemuda Ahbaabul Musthofa merupakan pemberian beliau.

835 PEJABAT DILANTIK, SEMUA POSISI DI PENGAIRAN SUDAH TERISI

 

pelantikan 12

Jum’at (18/10) pagi, bertempat di ruang Arahiwang Setda Purworejo, Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg melantik dan mengambil sumpah pejabat eselon II, III, IV dan V. Seluruh pejabat struktural pada Dinas Pengairan yang kini berganti nama menjadi Dinas Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral akhirnya terisi. Beberapa jabatan yang sudah kosong dalam jangka waktu yang cukup lama diisi oleh beberapa muka baru. Beberapa posisi lain masih tetap alias tidak mengalami pergantian. Beberapa posisi yang masih tetap adalah Sekretaris Dinas masih tetap Ir. Suparno, MM. Kabid Irigasi masih tetap dijabat oleh Joko Wagiyono, ST. Kasubbag Umum dan Kepegawaian masih tetap Yoso Pramono, SH. Kemudian Kasi Rehabilitasi dan Pemeliharaan serta Kasi Operasional dan Irigasi Desa masih tetap dijabat oleh Widayat Turokhman, ST dan Karyadi, ST.

Di Bidang Sumber Daya Air, Kepala Bidang yang tadinya kosong akhirnya dijabat oleh Wijayanto Laban, BE, S.Sos.,MM. yang tadinya merupakan Kabid Kapasitas dan Kelembagaan Pemdes/Kelurahan di Bapermasdes. Sedangkan Ir. Gunarto, ST. yang semula menjabat Kasi Pemberdayaan dan Perijinan sedikit bergeser menjadi Kasi Sungai, Drainase dan Sistem Informasi. Seksi Pemberdayaan dan Perijinan pada Bidanga SDA sendiri dihapus dan diganti dengan Seksi Pengkajian dan Pengembangan yang dijabat oleh Suwandi, ST yang sebelumnya merupakan Kasi Sarana dan Prasarana Disperindagkop. Beberapa tahun yang lalu juga pernah menjabat di Dinas Pengairan sebagai Kasi Operasional pada Bidang Irigasi.

Pada Sekretariat Dinas, dua posisi yang tadinya kosong cukup lama akhirnya terisi oelh muka baru. Kasubbag Keuangan dijabat oleh Christina Dewandari, SH yang tadinya merupakan Kasubbag Keuangan Bapeluh dan KP. Sedangkan Kasubbag Perancanaan, Evaluasi dan Pelaporan dijabat oleh Dra. Tri Retno Sari Dewito Wulandari yang sebelumnya menjabat Kasubbag Keuangan Dilatanak.

Pada Bidang yang baru, yaitu Bidang Energi Sumber Daya Mineral, kabid dijabat oleh Adia Nur, ST. semula merupakan Kabid Perikanan Dilatanak. Sedangkan seksi energi dijabat oleh Muhammad Arif Lumaela, SE. yang tadinya Kasi Pertambangan dan Energi Disperindagkop, serta satu lagi seksi Sumber Daya Mineral dijabat oleh Udi Kurniawan, ST. yang sebelumnya merupakan pelaksana di Disperindagkop.

DINAS PENGAIRAN JUARA UMUM LOMBA PEMANFAATAN TIK

Petugas PDE bersama Sekretaris Dinas Pengairan memamerkan sejumlah trofi yang diraih
Petugas PDE bersama Sekretaris Dinas Pengairan memamerkan sejumlah trofi yang diraih

Dinas Pengairan Kabupaten Purworejo kembali mencatatkan prestasi. Kali ini di bidang insformasi dan teknologi (IT). Selasa, 17 September 2013, seusai upacara luar biasa di Halaman Setda, Dinas Pengairan dikukuhkan sebagai Juara Umum Lomba Pemanfaatan dan Pembudayan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Tahun 2013 timgkat Kabupaten Purworejo. Dengan demikian, Dinas Pengairan berhak mendapatkan Piala Bergilir dari Bupati Purworejo yang diserahkan oleh Sekretaris Daerah Drs. Tri Handoyo, MM. Piala tersebut pada tahun 2012 lalu dimenangkan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop).

Menururt Kabag Humas, Drs. Joko Saptono, Dinas Pengairan menjadi Juara Umum setelah memperoleh akumulasi nilai tertinggi dari dua kategori yang dilombakan. yaitu penilaian konten sub domain (website) serta penilaian terhadap Petugas Pengelola Data Elektronik (PDE) SKPD. Pada lomba sub domain (website), Juara I diraih Dinas Perindagkop (diperindagkop.purworejokab.go.id), Juara II Dinas Pertanian dan Kehutanan (dipertanhut.purworejokab.go.id) serta Juara III Dinas Pengairan (pengairan.purworejokab.go.id). Sedangkan untuk kategori lomba Petugas PDE, Juara I diraih oleh M. Faisol Reza, Amd. (Dinas Pengairan), Juara II Nandang Darma SSP (Dipertanhut) serta Juara III Fakhrudin Hidayat, Amd. (Diperindagkop).

Menurut beliau, lomba itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran jajaran pimpinan SKPD agar lebih peduli dengan pemanfaatan TIK di instansinya, serta bertujuan membangun semangat petugas PDE, Bakohumas dan Sekretaris/Kasubag TU di masing-masing SKPD, dalam memanfaatkan TIK dan mengelola website pada subdomain masing-masing.

Sedangkan Sekda Drs. Tri Handoyo, MM. dalam sambutannya menyampaikan bahwa, penerapan TIK merupakan bentuk pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung aktivitas-aktivitas pemerintahan yang tentu saja bertujuan untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. “Oleh karena itu tidak berlebihan kalau TIK dianggap sebagai tulang punggung reformasi birokrasi,” tandasnya.

Pada kenyataannya, masyarakat sudah mulai memanfaatkan subdomain pengairan.purworejokab.go.id untuk menjalin komunikasi dengan Pemerintah Daerah terutama di bidang irigasi. Sebagian masyarakat menyampaikan keluhan terkait permasalahan irigasi di daerahnya, ada yang menyampaikan saran-saran, bahkan ada yang sekedar menyapa atau silaturahmi. Lebih luas lagi, konten sub domain Dinas Pengairan tidak jarang juga dimanfaatkan oleh kalangan akademi. Seperti pelajar yang mencari materi untuk mengerjakan tugas sekolah, mahasiswa yang mencari bahan untuk skripsi/tugas akhir, ataupun mereka yang sekedar ingin menambah wawasan dan pengetahuan. Hal ini tentu saja dikarenakan konten subdomain Dinas Pengairan juga berisi tentang informasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

BUDIONO IKUTI LOMBA OP IRIGASI TINGKAT NASIONAL

Budiono memarken trofi Juara tingkat Provinsi bersama Bupati Purworejo dan Kepala Dinas Pengairan
Budiono memarken trofi Juara tingkat Provinsi bersama Bupati Purworejo dan Kepala Dinas Pengairan

Jajaran Dinas Pengairan Kabupaten Purworejo kembali mendapatkan kesempatan untuk mengukir prestasi tingkat Nasional. Pada tahun lalu, Ngaderi, Mantri Pengairan Bayan berhasil menjadi Juara II Lomba OP Irigasi tingkat Nasional. Kali ini giliran Budiono, Mantri Pengairan Purwodadi II, UPT Dinas Pengairan Wilayah Purwodadi yang akan mengikuti lomba tersebut mewakili provinsi Jawa Tengah. Kesempatan tersebut diperoleh setelah beberapa waktu yang lalu Kemantren Purwodadi II berhasil menjadi juara pada tingkat regional Jawa Tengah. Lomba tingkat nasional tersebut, kembali dilaksanakan dalam dua sesi penilaian. Pada sesi pertama, yaitu sesi paparan akan dilaksanakan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara pada tanggal 31 Agustus s/d 2 September 2013. Sedangkan sesi kedua yaitu penilaian lapangan akan dilaksanakan segera setelah selesainya lomba sesi pertama.

Walaupun kedua sesi sangat penting, akan tetapi penilaian lapangan mempunyai peranan yang lebih penting. Hal ini dikarenakan pada saat tim dewan juri mendatangi lapangan, maka akan mengetahui kondisi yang sebenarnya, apakah sesuai dengan apa yang sudah disampaikan pada sesi pemaparan. Oleh karena sangat dibutuhkan doa restu serta peran serta secara langsung dari masyarakat, terutama di wilayah Kemantren Purwodadi II. Dengan doa restu dan peran serta secara langsung dari masyarakat, diharapkan Dinas Pengairan kembali mengharumkan nama Kabupaten Purworejo di tingkat Nasional. Lebih dari itu, tentu saja diharapkan akan dapat memberikan pelayanan serta kepuasan bagi masyarakat, terutama para petani pemakai air irigasi.