Semua artikel oleh rvd

DINAS PENGAIRAN RAIH JUARA III LOMBA TERTIB ARSIP SKPD

Salah serang staf memamerkan Piala dan Piagam Penghargaan Juara III Lomba Tertib Arsip didampingi Kepala Dinas serta Kasubbag Umum & Kepegawaian
Salah serang staf memamerkan Piala dan Piagam Penghargaan Juara III Lomba Tertib Arsip didampingi Kepala Dinas serta Kasubbag Umum & Kepegawaian

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh jajaran Dinas Pengairan Kabupaten Purworejo. Belum lama ini, salah satu Mantri dari UPT Purwodadi berhasil meraih Juara I Lomba Kemantren tingkat Propinsi Jawa Tengah dan akan mewakili Jawa Tengah pada lomba serupa tingkat Nasional. Kali ini Dinas Pengairan kembali meraih prestasi, meskipun sebatas tingkat Kabupaten. Dinas Pengairan berhasil menjadi Juara III Lomba Tertib Arsip Desa dan SKPD Tahun 2013 untuk kategori SKPD. Lomba diikuti oleh 40 SKPD se Kabupaten Purworejo termasuk Kecamatan. Penilaian dilaksanakan pada tanggal 8 s.d. 20 Juni 2013 kemarin dengan cara mendatangi masing-masing SKPD. Para juri yang berasal dari Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah mendatangi Kantor Dinas Pengairan pada tanggal 12 Juni 2013.
Sesuai pengumuman yang dikeluarkan, keluar sebagai Juara I adalah Sekretariat DPRD dengan nilai 1893, disusul Juara II Kecamatan Gebang dengan nilai 1766, serta Dinas Pengairan sebagai Juara III dengan nilai 1703. Sedangkan untuk kategori Desa, keluar sebagai Juara I, II dan III, masing-masing adalah Desa Plipiran Kec. Bruno, Desa Patutrejo Kec. Grabag serta Desa Bandungkidul Kec. Bayan. Penyerahan hadiah dilaksanakan Jumat, 13 Juli 2013, pagi tadi di halaman Setda Kabupaten Purworejo. Para pemenang mendapatkan Piala, Piagam serta Uang Pembinaan. Menurut Bupati Purworejo, penghargaan tersebut diberikan sebagai motivasi untuk tertib pengelolaan arsip SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo.

KPRI ‘BANGUN’ DINAS PENGAIRAN SELENGGARAKAN RAT

DSCN9192

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) ‘Bangun’ yang merupakan Koperasi Pegawai Dinas Pengairan Kabupaten Purworejo berhasil melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 5 Januari 2012 di Aula Dinas Pengairan Kabupaten Purworejo. Sebanyak 152 orang dari total 158 anggota hadir pada kegiatan tersebut. Turut hadir dalam acara tersebut yaitu perwakilan dari Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Purworejo serta perwakilan dari Dinas Perindagkop Kabupaten Purworejo.

Dalam sambutannya, Bp. Nurhadi Trionggo, SH. yang mewakili Dekopin Purworejo menyampaikan ucapan selamat karena KPRI ‘Bangun’ telah berhasil melaksanakan RAT tepat waktu, bahkan tercepat ketiga se-Kabupaten Purworejo.  Beliau juga menyampaikan perihal perubahan regulasi tentang koperasi yang semula menggunakan UU Nomor 25 Tahun 1992, kini menggunakan UU Nomor 17 Tahun 2012. Terkait dengan hal tersebut, diharapkan supaya KPRI ‘Bangun’ untuk bisa mempelajari dan menggunakannya. Termasuk perubahan logo Koperasi supaya segera menyesuaikan dengan logo yang baru. Beliau juga berharap KPRI ‘Bangun’ dapat mempertahankan dan meningkatkan sinergi antara pengurus dan anggota yang selama ini terlah terjalin dengan baik.

Sekretaris Dinas Pengairan, Ir. Suparno, MM. dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada pengurus karena telah berhasil melaksanakan RAT tercepat ketiga se-Kabupaten Purworejo. Menurut beliau, KPRI ‘Bangun’ selama  ini sangat bermanfaat bagi anggotanya. Dilihat dari sisi modal atau dana yang dikucurkan kepada anggota, dari hari ke hari mengalami kemajuan. Beliau juga mengusulkan penambahan modal bagi koperasi menyikapi wacana kenaikan gaji pada tahun 2013, serta penurunan jasa pinjaman. Hal ini dimaksudkan untuk mengakomodasi kebutuhan anggota supaya tidak meminjam uang ke pihak lain.

Pada kegiatan RAT tersebut, semua anggota sepakat menerima pertanggungjawaban pengurus. Selain itu juga disepakati bahwa jasa pinjaman turun menjadi 1% dari semula 1,5%, dengan perincian 0,8% merupakan pendapatan murni koperasi dan 0,2% dikembalikan kepada anggota. Pada akhir kegiatan dilaksanakan pengundian berbagai macam doorprize yang berlangsung hingga pukul 14.00 siang.

SAHAB ROBANI : SANG PENJAGA BENDUNG KEDUNGPUTRI

Halo, apa kabar para pemirsa, eh pembaca…
Rubik ‘keledek’ atau Kenal Lebih Dekat adalah rubik yang menyajikan sepak terjang para pegawai di lingkup Dinas SDA ESDM Kabupaten Purworejo dalam menjalankan tugasnya. Pengin tau? Pengin tau aja apa pengin tau banget? Ok, kalau diam bearti pengin tau banget. Langsung saja, cekidot.

SAHAB ROBANI:
SANG PENJAGA BENDUNG KEDUNGPUTRI

Hujan sangat lebat dan panjang yang mengguyur wilayah Purworejo, terutama Purworejo utara pada Jumat (28/12) sore hingga malam tadi mengingatkan kami kepada para penjaga bendung.  Pagi tadi, ketika berangkat kerja kami menyempatkan untuk mampir ke Bendung Kedungputri di Desa Trirejo, Kecamatan Loaono, Kabupaten Purworejo. Setelah mampir sejenak di rumah jaga, kami mendapatkan informasi bahwa Sang Penjaga Bendung sedang berada di Bendung yang terletak beberapa meter dari rumah jaga tersebut. Benar saja, sampai di Bendung kami menjumpainya sedang memutar beberapa tuas pintu air.

Sahab Robani sedang memutar salah satu pintu air di Bendung Kedungputri
Sahab Robani sedang memutar salah satu pintu air di Bendung Kedungputri

Sahab Robani, nama Sang Penjaga Bendung tersebut. Bendung Kedungputri yang merupakan sumber aliran utama Daerah Irigasi Kedungputri sudah dijaganya selama 14 tahun terakhir. Laki-laki kelahiran 2 September 1974 tersebut meneruskan perjuangan Bp. Pramono yang telah purna tugas pada tahun 1998. Dia menuturkan, semalam memang terjadi hujan yang cukup lebat dan panjang. Hujan yang dimulai sekitar pukul 5 sore, baru berakhir sekitar pukul 11 malam. Bahkan sampai lewat tengah malam masih gerimis. Akibatnya, air di bendung mulai meluap sekitar pukul 7 malam. Pagi tadi memang masih tampak tanda-tanda luapan air semalam, seperti alang-alang yang roboh tertimpa air serta sampah-sampah yang masih menyangkut di sekitar bendung. Ia mengisahkan, pernah suatu ketika sekitar tahun 2004, luapan air bahkan sampai permukaan jalan. Ada kisah lain, bahwa suatu ketika tinggi luapan air hampir mencapai setinggi pohon kelapa.

Rumah jaga Bendung Kedungputri yang ditempati Sahab Robani bersama keluarganya
Rumah jaga Bendung Kedungputri yang ditempati Sahab Robani bersama keluarganya

Bapak satu anak tersebut memulai menjaga bendung pada tahun 1998 sebagai tenaga harian, kemudian diangkat sebagai CPNS pada tahun 2005. Ia menempati rumah jaga yang berada beberapa meter di atas bendung. Berikut profil singkatnya:

Nama Lengkap
TTL
Alamat
NIP
Pangkat/Gol.
Pendidikan
Lokasi Pekerjaan
:
:
:
:
:
:
:
Sahab Robani
Purworejo, 2 September 1974
Dusun Sejiwan, Desa Trirejo, Kec. Loano, Kab. Purworejo
19740902 200701 1 010
Pengatur Muda Tk I – II/b
SMA (IPA)
Pintu Air Bendung Kedungputri

Demikian profil singkat Sang Penjaga Bendung Kedungputri, sampai jumpa pada profil Sang Penjaga Bendung lainnya.

JUARA II NASIONAL, NGADERI MENERIMA PENGHARGAAN DARI MENTERI PU

NGADERI

Dinas Pengairan kembali mengharumkan nama Kabupaten Purworejo di tingkat Nasional. Kali ini Mantri Kemantren Bayan, Ngaderi berhasil menjadi Juara II Nasional pada Lomba Pemilihan Petugas Operasi & Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Rawa Teladan Tingkat Nasional Tahun 2012 tingkat Juru/Kejuron/Kemantren. Pengumuman serta penyerahan piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto pada saat Upacara Bendera dalam rangka Hari Bakti Kementerian Pekerjaan Umum Ke-67 di Halaman Kantor Kementerian Pekerjaan Umum Jakarta, Senin, 3 Desember 2012 kemarin. Ngaderi, yang mewakili Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu dari lima finalis tingkat Nasional.

Juara I pada lomba tersebut direbut oleh Provinsi Jawa Timur, serta Provinsi Jawa Barat menjadi Juara III. Sedangkan Juara IV dan V, masing-masing adalah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Sulawesi Selatan. Para pemenang tersebut akan mendapatkan hadiah Sepeda Motor dari Kementerian Pekerjaan Umum. Sedangkan untuk Lomba tingkat Kepala UPT, Provinsi Jawa Tengah kembali menjadi Juara I yang kali ini diwakili oleh Kabupaten Cilacap. Seperti kita ketahui, pada tahun 2011 lalu, Dinas Pengairan Kabupaten Purworejo yang mewakili Provinsi Jawa Tengah juga berhasil mendapatkan Juara I.

Pada malam harinya diselenggarakan acara Malam Penghargaan Pekerjaan Umum di Gedung PU. Pada acara tersebut diserahkan penghargaan Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum (PKPD-PU) Tahun 2012. Penyerahan penghargaan diserahkan langsung oleh Menko Kesra Agung Laksono, Mendagri Gamawan Fauzi serta Menteri PU Djoko Kirmanto. Provinsi Jawa Tengah berhasil menjadi yang terbaik pada PKPD-PU sub bidang Sumber Daya Air.

PEJABAT ADB KUNJUNGI PURWOREJO

Tiga orang pejabat Asian Development Bank (ADB) pada Kamis, 29 Maret lalu melakukan kunjungan ke Purworejo. Ketiga orang tersebut adalah Mr. Jon Lindborg serta dua orang pendampingnya yaitu Bp. Edimon Ginting dan Ibu Ayun Sundari. Mr. Jon Lindborg yang berasal dari Indiana, Amerika Serikat merupakan Country Director Indonesian Resident Mission (IRM) ADB. Turut serta bersama rombongan yaitu Mr. Willem J. Van Diest, konsultan kegiatan Participatory Irrigation Sector Project (PISP)yang didanai oleh ADB.

 

Mr. Jon Lindborg bersama para petani di Desa Mudalrejo memamerkan hasil panen padi
Mr. Jon Lindborg bersama para petani di Desa Mudalrejo memamerkan hasil panen padi

Kedatangan para pejabat ADB tersebut bermaksud untuk meninjau lokasi hasil kegiatan PISP di Kabupaten Purworejo.  PISP sendiri merupakan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi dengan dana tugas pembantuan dari Pemerintah Pusat, yang sumber dananya berasal dari ADB. Kegiatan yang telah dilaksanakan selama tahun 2006 – 2011 ini melibatkan tiga Dinas, yaitu Bappeda, Dinas Pertanian serta Dinas Pengairan.

Setelah diterima di Bappeda Kabupaten Purworejo, rombongan menuju lapangan untuk meninjau salah satu lokasi yang dilaksanakan rehabilitasi melalui kegiatan PISP. Rombongan yang terdiri dari Pejabat ADB, Konsultan PISP serta Pejabat dari Bappeda, Dinas Pengairan dan Dinas Pertanian ini menuju saluran irigasi DI Kaliduren di Desa Mudalrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Ikut serta mendampingi yaitu Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) DI. Kaliduren Pak Hartono dan Ketua P3A Desa Mudalrejo Pak Sukamdi.

Selama kunjungan, Mr. Jon Lindborg yang baru 3 bulan bertugas di Indonesia menyatakan bahwa, meskipun sebuah bank, ADB mempunyai misi untuk membantu meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan masyarakat Indonesia, salah satunya melalui kegiatan PISP ini. Beliau juga menyampaikan pepatah orang barat yaitu “No Water No Glory”, tanpa air tidak akan diperoleh kesuksesan. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat terus meningkatkan partisipasinya dalam memelihara serta meningkatkan jaringan irigasi di sekitar mereka. Dengan terpeliharanya jaringan irigasi dengan baik, maka air dapat mengalir secara maksimal ke areal persawahan, sehingga dapat meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi padi yang otomatis membawa dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. <rvd>.

FUTSAL, SALAH SATU ALTERNATIF UNTUK REFRESHING

Halo Purworejo…

Tidak terasa bulan Ramadhan sudah memasuki hari ke-duabelas. Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan lahir bathin untuk terus menjalankan ibadah di bulan yang suci ini.

la-futsal-cinere2

Kali ini penulis akan berbagi mengenai salah satu cara bagi kita untuk refreshing. Bermain futsal bisa menjadi salah satu alternatif untuk refresing. Beban pekerjaan kantor kadang membuat kita sedikit stress, sehingga tidak ada salahnya kita meluangkan waktu sejenak untuk bermain futsal. Bermain futsal juga bisa bermakna ganda, selain untuk melakukan refreshing, kita juga dapat menjaga kebugaran tubuh. Ya, dengan bermain futsal, semua organ tubuh kita bergerak, sehingga fikiran fresh, badan pun terasa sehat. Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.

Di Purworejo sendiri, setidaknya terdapat lima lapangan yang dapat kita sewa untuk kita gunakan bermain futsal. Lapangan-lapangan tersebut sangat bervariasi, baik model, fasilitas, maupun pelayanannya. Tentunya dengan harga sewa yang bervariasi pula. Biasanya satu paket sewa sudah termasuk bola yang dapat kita gunakan selama bermain. Di Pangenrejo terdapat lapangan futsal “Dwi Tunggal” yang terbuat dari karpet fiber.Terdapat fasilitas toilet untuk sekedar membersihkan tubuh sehabis bermain. Bermain futsal di lapangan jenis ini sangat menguras tenaga. Permukaan lapangan yang keras menyebabkan otot-otot kaki kita cepat capai. Selain itu arah pergerakan dan pantulan bola cenderung liar. Dan, hati-hati jika anda terjatuh karena bisa saja menyebabkan lecet-lecet pada bagian tubuh tertentu.

Selanjutnya, di Brengkelan, belakang Plaza, terdapat lapangan futsal “Pacific” yang terbuat dari karpet kain. Disini juga terdapat fasilitas toilet ditambah parkir gratis. Bermain futsal di lapangan jenis ini lebih menghemat energi. Permukaan lapangan yang lunak membuat pergerakan kita lebih nyaman. Selain itu arah pergerakan dan pantulan bola juga cenderung tidak liar, lebih mudah dijinakkan. Tapi hati-hati kalau anda bermain di lapangan jenis ini, usahakan jangan sampai terjatuh (kalau perlu jadi penonton saja,hehe..), karena sekali anda terjatuh akan sangat beresiko lecet-lecet alias kulit anda terkelupas. Berdasarkan pengalaman penulis ketika pertama kali bermain di lapangan jenis ini, penulis pulang dengan membawa oleh-oleh lecet-lecet di bagian lengan dan kaki.

Ada juga lapanga futsal di daerah Banyuurip, tepatnya di GOR WR. Supratman serta di daerah Kutoarjo. Lapangan GOR terbuat dari papan, sedangkan yang di Kutoarjo penulis belum tahu dikarenakan belum pernah mancoba. Yang paling mantab tentunya lapangan futsal AJS di daerah Klepu Kecamatan Butuh. Lapangan yang terdapat di perbatasan Klepu dan Wironatan ini baru dibuka pada tanggal 6 Agustus kemarin. Bermain di lapangan yang terbuat dari rumput sintetis ini serasa bermain di stadion-stadion megah di Timur Tengah. Ya, stadion di Timur Tengah memeng rata-rata menggunakan rumput sintetis. Konon, biaya untuk membuat lapangan futsal AJS dengan rumput sintetis ini mencapai Rp. 150 juta. Dengan permukaan lapangan yang sangat lunak, membuat kita bisa bermanuver sesuka hati (palagai kalau musuhnya sedang tidur, hehe..), melakukan permainan tiki taka ala Barcelona pun bisa. Pergerakan dan arah pantulan bola pun cenderung mudah dijinakkan. Dan, satu lagi, anda tidak perlu khawatir terjatuh, karena kalaupun anda terjatuh, dijamin kaki dan lengan anda tetap utuh, tidak lecet-lecet. Kelebihan lain dari lapangan AJS ini adalah terdapat musholla-nya, disamping tentunya fasilitas parkirnya yang juga gratis.

Itulah beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan ketika anda hendak bermain futsal. Anda bisa memilih sesuai jenis lapangan, fasilitas serta pelayanannya. Tentunya dengan harga yang bervariasi. Tarif sewa per jam-nya mulai 20 ribu sampai 100 ribu, tergantung jenis lapangan dan waktunya. Biasanya pada kisaran jam 5 sore sampai malam sewanya lebih mahal dibanding waktu lainnya. Yang paling mahal tentu lapangan futsal AJS, seperti banyak orang orang bilang, ‘Ada harga ada rupa’. Jika anda menginginkan kualitas lebih, tentu anda harus berani membayar lebih. Nah, kalau anda sudah menentukan tempat serta waktunya, segeralah booking dengan memberikan uangmuka.

Demikianlah, sedikit yang penulis bisa bagikan, semoga bermanfaat. Selamat mencoba bagi yang belum pernah, dan lanjutkan bagi yang sudah biasa bermain futsal.M.Faisol Reza-Rvd.
 
catatan: 
Penulis adalah staf Dinas Pengairan Kab. Purworejo
Lulusan TH. 2005 Diploma 3 TI POLSA Kutoarjo